Fenomena mudik... tanggapan anda?? menurut saya luar biasa... adakah dinegara lain ? kayaknya ga ada! hanya ada di indonesia! Luar biasa semaraknya... luar biasa persiapannya.. tapi.. luar biasa kesusahan yang ditanggung pemudik.. luar biasa kecelakaannya... Tanggung jawab siapa? Kalau kata ebiet g ade "mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang..." Bagi pemudik semua resiko tidak masalah, karena kalah oleh hasrat menggebu untuk berkumpul dan berlebaran dengan sanak keluarga di kampung. Ironis.....
Kalau mau ditelusuri masalah tanggung jawab, mustinya tanggungjawab ini milik PEMERINTAH..., satu kebiasaan yang menjadi budaya di indonesia. Tapi dalam persiapannya selalu diburu-buru. Mengapa diburu-buru? Karena perencanaan pemerintah selalu dadakan... tidak ada perencanaan jangka panjang, kalaupun ada itu hanya sebagian kecil.
Lihat saja transportasi umum yang dipersiapkan untuk mudik, memadai? sangat jauh dari itu.., belum ada perasaan nyaman untuk pemudik, kalupun ada itu harus ditebus dengan biaya yang tidak sedikit yang buat sebagian besar masyarakat kita sangat sangat mahal...., lihat infrasturktur yang dibangun pemerintah, adakah yang bertahan untuk jangka panjang? Jalan Pantura pun selalu diperbaiki setiap tahun, jalur selatan pun begitu. Adakah yang aneh..? Hmmm...
Dengan tidak adanya fasilitas transportasi yang layak, nyaman dan murah maka pemudik mengambil tindakan (memilih) mudik dengan caranya sendiri, yang dianggap murah dan ekonomis. Naik kendaraan pribadi, naik bajaj roda tiga dan yang paling fenomenal adalah pemudik dengan naik sepedah motor (walaupun saya juga pengendara motor yang mudik menggunakan kendaraan ini) yang selalu meningkat dari tahun ketahun walaupun dengan resiko yang sangat tingi. Beberapa waktu lalu di harian KOMPAS ada berita pemudik dengan sepedah motor mengalami kecelakaan di cirebon dengan korban tewas 1 orang yaitu anak berusia 10 tahun yang terlindas truk kontainer... miris...(ternyata ayah korban adalah rekan kerja dari rekan komunitas motor yang saya ikuti).
Adakah solusi dari fenomena ini? jawabnya ada. Dengan kemauan dan usaha yang keras dari pemerintah pasti bisa! Pertama perbaiki sarana transportasi umum yang dipergunakan untuk mudik, kedua perbaiki infrastruktur, ketiga buat semurah mungkin biaya transportasi. Mustahil? Tidak! Kereta api dan bis adalah transportasi yang paling banyak digunakan, selesaikan rel jalur ganda hingga jawa timur, remajakan armada bus yang digunakan, buat aturan yang jelas tentang tarif angkutan, tindak tegas para pemilik jasa angkutan yang mematok tarif diluar kewajaran. Perbaiki jalan utama untuk mudik baik itu pantura maupun jalur selatan, (biasanya perbaikan hanya menjelang mudik saja... itupun tambal sulam... malah parahnya arus mudik sudah mulai ramai malah perbaikan belum selesai... hhmmm....). Susah? berat? memang, tapi dengan kemauan pemerintah dan dukungan dari masyarakat saya yakin, BISA!
Apabila memang pemudik ingin menggunakan mobil pribadi ataupun sepedah motor, kampanyekan safety dalam berkendara, tindak tegas para pengguna kendaraan pribadi yang tidak safety dan melanggar aturan. Jangan ada pengecualian!
Ayo Pak SBY..... ! Selesaikan PR ini...!
Mudah-mudahan mudik nyaman tidak hanya menjadi suatu impian..... semoga....
salam,
rindu akan mudik yang nyaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan dikomentari